PDI-P.COM

Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan Terkini

April 17, 2024

Hai, teman-teman! Kali ini kita akan bahas tentang perbedaan antara paradigma dan teori. Jadi, mungkin ada yang pernah dengar kata-kata ini tapi bingung apa bedanya, kan? Gak usah khawatir, kita akan bahas dengan gaya santai dan gak pake bahasa kaku. Jadi, kita bisa asyik-asyik aja ngobrolin topik ini. Yuk, kita mulai!

Perbedaan Kunci – Paradigma vs Teori

Paradigma dan teori adalah dua kata yang membingungkan banyak mahasiswa sains. Teori adalah prinsip ilmiah yang valid atau prinsip umum yang menjelaskan suatu fenomena. Paradigma adalah model yang terdiri dari teori, metode penelitian, hipotesis, dll. Inilah perbedaan utama antara paradigma dan teori.

Artikel ini menjelaskan,

1. Apa itu paradigma?
– Definisi, karakteristik, karakteristik

2. Apa itu teori?
– Definisi, karakteristik, karakteristik

3. Apa perbedaan antara paradigma dan teori?

Apa itu paradigma?

Definisi paradigma

Paradigma adalah model. Kamus Oxford mendefinisikannya sebagai “pandangan dunia yang mendasari teori dan metodologi subjek ilmiah tertentu” dan Kamus Warisan Amerika mendefinisikannya sebagai “serangkaian asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang merupakan cara memandang realitas bagi orang-orang di masyarakat.” Sebuah komunitas yang membagikannya, terutama dalam garis pemikiran.”

Fitur dan karakteristik

Paradigma lebih dari sekedar teori. Ini adalah kombinasi dari teori, hipotesis, metode penelitian, dll.

Filsuf dan fisikawan Amerika Thomas Khun mendefinisikan paradigma sebagai: “pencapaian ilmiah yang diakui secara universal yang untuk beberapa waktu menghadirkan model masalah dan solusi bagi komunitas medis.” Menurutnya, itu termasuk fakta-fakta berikut:

  • Apa yang harus diperhatikan
  • Pertanyaan seperti apa yang harus diajukan?
  • Bagaimana seharusnya struktur pertanyaan-pertanyaan ini?
  • Prediksi apa yang dibuat oleh teori dasar yang digunakan?
  • Bagaimana hasil percobaan ilmiah harus ditafsirkan
  • Bagaimana percobaan harus dilakukan / Apa yang diperlukan untuk melakukan percobaan

Pergeseran paradigma adalah perubahan kritis dalam konsep dasar dan metode empiris dari suatu disiplin ilmu.

Apa itu teori?

Definisi teori

Teori adalah prinsip ilmiah yang valid atau prinsip umum yang menjelaskan suatu fenomena. American Heritage mendefinisikannya sebagai: “Seperangkat proposisi atau prinsip yang dirancang untuk menjelaskan sekelompok fakta atau fenomena, terutama yang telah berulang kali diuji atau diterima secara luas dan dapat digunakan untuk memprediksi fenomena alam. Kamus Oxford mendefinisikan teori sebagai “hipotesis atau sistem gagasan yang dimaksudkan untuk menjelaskan sesuatu, terutama hipotesis yang didasarkan pada prinsip-prinsip umum yang terlepas dari hal yang akan dijelaskan.”

Fitur dan karakteristik

Sebuah teori biasanya didasarkan pada hipotesis. Setelah hipotesis terbukti dan diterima secara umum, itu menjadi teori. Namun, pengamatan terus menerus dan percobaan berulang diperlukan untuk membuktikan teori. Beberapa contoh teori ilmiah adalah: teori seleksi alam, teori relativitas khusus, teori sel, teori kuantum, dan teori relativitas umum.

Sebuah teori menjelaskan penyebab dari suatu fenomena, yaitu mengapa sesuatu terjadi. Validitas suatu teori tergantung pada bukti yang digunakan untuk mendukungnya. Beberapa teori harus direvisi atau diganti dari waktu ke waktu karena bukti baru dapat terungkap. Misalnya, sintesis evolusioner modern adalah teori di mana teori evolusi Darwin digabungkan dengan genetika untuk menjelaskan proses evolusi.

Perbedaan antara paradigma dan teori

Definisi:

Pola: Paradigma adalah seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang membentuk cara memandang realitas bagi masyarakat yang memilikinya, terutama di dalam aliran pemikiran.

teori: Teori adalah seperangkat proposisi atau prinsip yang dirancang untuk menjelaskan sekelompok fakta atau fenomena, terutama yang telah diuji berulang kali atau diterima secara luas dan dapat digunakan untuk memprediksi fenomena alam.

Alam

Pola: Paradigma adalah kombinasi dari standar, teori, hipotesis, dan metode penelitian.

teori: Teori ini didasarkan pada hipotesis yang terbukti.

Didedikasikan untuk gambar:

“Teori Penilaian Emosi Arnold” (CC BY-SA 2.5) melalui Wikimedia Commons

“Paradigma” oleh Ra.shell – Pekerjaan sendiri (CC BY-SA 3.0) melalui Wikimedia Commons