PDI-P.COM

Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan Terkini

April 25, 2024

PDI-P.COM – Pengertian Larik Yang Tepat Untuk Melengkapi Pantun Tersebut Adalah..

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun adalah bagian dari sebuah pantun yang harus sesuai dengan unsur-unsurnya, yaitu a-b-a-b. Larik pertama dan kedua (a) harus berima dan berunsur serupa, sementara larik ketiga dan keempat (b) juga harus berima dan berunsur serupa. Penggunaan larik yang tidak tepat dapat mengubah struktur pantun dan mengurangi makna atau kesejajaran dari unsur-unsur pantun.

Apa Itu Larik Yang Tepat Untuk Melengkapi Pantun Tersebut Adalah

Larik Yang Tepat Untuk Melengkapi Pantun Tersebut Adalah

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang masih sering digunakan dalam kebudayaan masyarakat Indonesia hingga saat ini. Sebuah pantun terdiri dari empat baris, dengan pola a-b-a-b atau a-a-b-b. Setiap baris terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata.

Namun, untuk melengkapi sebuah pantun, dibutuhkan larik atau baris yang tepat. Larik yang tidak tepat dapat membuat pantun menjadi kurang bermakna atau bahkan terlihat aneh dan tidak selaras.

Berikut adalah beberapa contoh larik yang tepat untuk melengkapi pantun:

1. “Berkunjung ke rumahmu, hatiku riang gembira. Kue yang kau buat sendiri, bikin selera makin meronta-ronta.”

Dalam larik ini, kata “meronta-ronta” digunakan sebagai kata akhir yang cocok dengan pola pantun a-b-a-b.

2. “Muncul di ufuk timur, membawa sinar terang. Sang surya mulai bersinar, memberi hidup pada segenap alam.”

Larik ini menggambarkan keindahan matahari pagi di ufuk timur, dan kata “alam” cocok dengan pola a-a-b-b.

3. “Burung berkicau di pepohonan, merdu melengkapi suasana. Angin berhembus menyegarkan, menambah keindahan di pagi hari.”

Dalam larik ini, kata “pagi hari” digunakan sebagai kata akhir yang sesuai dengan pola a-b-a-b.

4. “Padi tumbuh di sawah hijau, kekuatannya tiada tara. Petani rajin bekerja, menjaga hasil tanaman dari segala gangguan.”

Larik “dari segala gangguan” adalah kata akhir yang pas untuk pola a-b-a-b pada pantun ini.

Dalam membuat pantun, perlu memperhatikan larik yang cocok dengan pola dan tema yang hendak disampaikan. Larik yang tepat dapat membuat pantun terdengar lebih indah dan mendalam. Selain itu, memilih kata-kata yang tepat dan kaya akan bahasa dapat membantu dalam melengkapi pantun.

Soal dan Jawaban Terkait Larik Yang Tepat Untuk Melengkapi Pantun Tersebut Adalah dalam Dunia Pendidikan

Contoh soal:

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun berikut adalah…
“Gajah mencoba mendaki,
Takut jatuh ke sawah nanti,
Baginya itu sebuah safari,
Seperti manusia mencari…”

A. Gadis cantik di pasar,
Menjual sayur di pasar malam,
Ia memikul keranjangnya berat sekali,
Lihat betapa rajinnya si gadis itu bekerja.

B. Anak ayam turun dari pohon,
Menjahili kucing yang setia mengejar,
Sang kucing marah dan hendak menangkap,
Tapi sang ayam cepat lari dan melompat.

C. Burung merpati terbang ke malam,
Mencari cinta yang lama terpisah,
Sampai akhirnya ia menemukan,
Hati yang dulu pernah bersama.

Jawaban: C. Burung merpati terbang ke malam, mencari cinta yang lama terpisah, sampai akhirnya ia menemukan, hati yang dulu pernah bersama.

Penjelasan: Larik ini memiliki penggalan yang sama yaitu “cinta yang lama terpisah” sesuai dengan tema pantun yang berkaitan dengan percintaan. Selain itu, rythm atau irama dari larik ini juga cocok dengan pantun.

Penutup

Dalam menyusun pantun, larik yang tepat sangat penting untuk diperhatikan agar pantun dapat terkesan indah dan mudah diingat. Dengan memperhatikan irama, kesejajaran dan makna yang diinginkan, pantun dapat terbentuk dengan sempurna. Jadi, tidak ada salahnya untuk berlatih menyusun pantun dengan menggunakan larik yang tepat dan menjadi master pantun sesungguhnya.