PDI-P.COM

Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan Terkini

Mei 19, 2024

PDI-P.COM – Pengertian Hasil Utama Pertanian Pada Lahan Basah Adalah..

Hasil utama pertanian pada lahan basah adalah padi dan tanaman palawija. Padi menjadi tanaman utama karena dapat tumbuh dan menghasilkan di daerah dengan curah hujan tinggi dan genangan air yang cukup lama. Sedangkan tanaman palawija seperti jagung, kacang hijau, dan ubi jalar juga dapat tumbuh di lahan basah dengan memanfaatkan sisa-sisa hara yang tersisa setelah panen padi.

Penjelasan Lengkap Hasil Utama Pertanian Pada Lahan Basah Adalah

Pertanian pada lahan basah merupakan salah satu jenis pertanian yang memiliki karakteristik tersendiri. Lahan basah memiliki ketersediaan air yang melimpah sehingga cocok untuk pertanian tanaman yang membutuhkan air yang cukup banyak seperti padi, jagung dan sayuran. Hasil utama dari pertanian pada lahan basah adalah produksi padi yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.

Padi merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak dihasilkan dari lahan basah. Pertanian padi pada lahan basah membutuhkan irigasi yang baik dan sistem pengairan yang memadai untuk menjaga kelembaban tanah. Dalam budidaya padi, petani biasanya mengolah tanah dengan cara menggenangi lahan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, petani juga menggunakan pupuk dan pestisida yang tepat agar tanaman tidak terserang penyakit dan hama.

Selain produksi padi, pertanian pada lahan basah juga menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Sayuran seperti kangkung, sawi, bayam dan tomat sangat cocok ditanam pada lahan basah. Sedangkan buah-buahan seperti nanas, mangga dan pisang juga dapat tumbuh dengan baik pada lahan basah.

Hasil utama dari pertanian pada lahan basah tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia, namun juga berdampak pada perekonomian negara. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia. Produksi padi yang tinggi dari lahan basah dapat menjadi sumber devisa negara yang cukup besar. Selain itu, pertanian pada lahan basah juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian pada lahan basah, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai program pengembangan pertanian. Salah satunya adalah program pengembangan pertanian lahan basah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dan sayuran pada lahan basah. Program ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana pertanian seperti irigasi, pupuk, bibit dan alat pertanian.

Dalam mengembangkan pertanian pada lahan basah, petani juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, petani harus menggunakan pupuk dan pestisida yang sesuai dengan dosis yang tepat agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan lingkungan tetap terjaga.

Dapat disimpulkan bahwa hasil utama dari pertanian pada lahan basah adalah produksi padi yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Pertanian pada lahan basah juga menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan serta berdampak pada perekonomian negara. Oleh karena itu, pengembangan pertanian pada lahan basah harus dilakukan dengan baik dan berkelanjutan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Soal dan Jawaban Terkait Hasil Utama Pertanian Pada Lahan Basah Adalah dalam Dunia Pendidikan

1. Apa hasil utama pertanian yang dihasilkan pada lahan basah?
Jawaban: Padi, jagung, kedelai, ubi jalar, singkong, kelapa sawit, cengkeh, karet, dan tebu.

2. Apa yang membuat lahan basah cocok untuk menanam padi?
Jawaban: Kondisi tanah yang lembab dan keberadaan air yang cukup membuat lahan basah cocok untuk menanam padi.

3. Apa manfaat dari hasil utama pertanian pada lahan basah?
Jawaban: Meningkatkan produksi pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan menyediakan bahan baku untuk industri pangan dan non-pangan.

4. Apa perbedaan hasil utama pertanian pada lahan basah dan lahan kering?
Jawaban: Hasil utama pertanian pada lahan basah lebih banyak diantaranya adalah padi, sedangkan pada lahan kering lebih banyak menanam palawija seperti jagung dan kedelai.

5. Apa yang harus diperhatikan dalam menanam padi di lahan basah?
Jawaban: Ketersediaan air, pengendalian hama dan penyakit, pemilihan bibit yang cocok, serta pemupukan yang tepat.

6. Apa keuntungan menanam kelapa sawit di lahan basah?
Jawaban: Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di tanah yang lembab dan cocok untuk ditanam di lahan basah. Selain itu, kelapa sawit juga menghasilkan minyak kelapa sawit yang banyak digunakan dalam industri makanan dan non-makanan.

7. Apa risiko dari menanam tebu di lahan basah?
Jawaban: Tanaman tebu membutuhkan ketersediaan air yang cukup, namun jika terlalu basah dapat menyebabkan kerusakan pada akar dan mengurangi produksi tebu.

8. Apa dampak dari pengolahan lahan basah untuk pertanian?
Jawaban: Pengolahan lahan basah untuk pertanian dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti penurunan kualitas air dan kerusakan ekosistem lokal.

9. Apa peran petani dalam menjaga kelestarian lahan basah?
Jawaban: Petani harus melakukan pengelolaan lahan yang baik, seperti pengendalian erosi dan penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, untuk menjaga kelestarian lahan basah.

10. Apa tantangan dalam mengembangkan pertanian pada lahan basah?
Jawaban: Tantangan yang dihadapi adalah adanya risiko banjir, pengendalian hama dan penyakit yang lebih sulit, serta biaya produksi yang lebih tinggi karena perlu menggunakan teknologi dan peralatan khusus.

Kesimpulan

1. Secara keseluruhan, hasil utama pertanian pada lahan basah memang cukup menguntungkan, terutama untuk jenis tanaman padi dan tanaman air lainnya.
2. Namun, pengelolaan yang tepat dan penerapan teknologi yang modern juga sangat penting untuk memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan di masa depan.