PDI-P.COM

Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan Terkini

Mei 20, 2024

Hai, teman-teman! Sudah pernahkah kalian mendengar tentang esai perbandingan dan kontras? Nah, kali ini kita akan bahas tentang cara menulis esai yang satu ini. Jadi, esai perbandingan dan kontras adalah jenis tulisan yang membandingkan dan menyoroti perbedaan di antara dua atau lebih hal, konsep, atau ide. Seru, kan? Nah, sekarang, ayo kita simak bersama cara menulis esai perbandingan dan kontras ini!

Artikel ini mencakup,

1. Apa itu esai perbandingan dan kontras?

– Definisi dan karakteristik

2. Bagaimana cara menulis esai perbandingan dan kontras?

– Langkah-langkah untuk diikuti, tips

Apa itu esai perbandingan dan kontras?

Esai perbandingan dan kontras adalah esai yang membahas persamaan dan perbedaan antara dua entitas. Jenis esai ini dapat menganalisis, fokus pada persamaan atau perbedaan, atau membahas persamaan dan perbedaan. Keputusan tentang konten ini tergantung pada judul artikel.

Tujuan esai perbandingan dan kontras bukan hanya untuk membahas perbedaan dan/atau persamaan antara dua hal. Artikel ini diharapkan dapat membawa salah satu atau kedua isu tersebut ke dalam fokus yang lebih besar dan menunjukkan bahwa yang satu lebih baik dari yang lain. Esai perbandingan dan kontras juga dapat mengarah pada cara baru dalam memandang sesuatu.

Cara menulis esai perbandingan dan kontras

1. Pahami judul dengan benar

Anda harus selalu memiliki pemahaman yang baik tentang judul sebelum mulai menulis artikel. Bandingkan dan esai kontras pada dasarnya dapat mencakup tiga jenis pertanyaan. Beberapa topik mungkin hanya meminta kesamaan dan lainnya untuk perbedaan. Beberapa topik mungkin memerlukan perbandingan dan kontras. Misalnya,

Bandingkan Islam dan Budha. – Membutuhkan kesamaan

Konflik antara Islam dan Budha. – Perlu perbedaan

Bandingkan dan kontraskan Islam dan Budha. – Ini membutuhkan persamaan dan perbedaan

2. Brainstorming

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi. Tuliskan semua fitur, kualitas, atau karakteristik dari setiap benda—baik persamaan maupun perbedaannya. Anda dapat menggunakan diagram Venn untuk memisahkan perbedaan dan persamaan dengan mudah. Setelah Anda menuliskan semua fitur atau karakteristik, pilih yang paling penting di antara mereka.

Gunakan diagram Venn untuk memisahkan perbedaan dan persamaan dengan mudah

3. Organisasi artikel

Sebelum Anda mulai menulis esai Anda, Anda perlu memutuskan bagaimana mengatur esai Anda. Ada berbagai cara untuk mengatur esai perbandingan dan kontras.

Topik ke topik

Dalam jenis esai ini, pertama-tama Anda mendeskripsikan suatu topik. Setelah menyatakan semua fitur dari topik itu, Anda pergi ke topik berikutnya. Misalnya, bayangkan membandingkan apel dan jeruk. Pertama, Anda mendeskripsikan apel secara mendetail dan mendiskusikan semua kualitas dan karakteristiknya. Kemudian Anda pergi ke topik kedua, yaitu jeruk.

Perkenalan

Subyek 1

Aspek 1

Aspek 2

Aspek 3

Subyek 2

Aspek 1

Aspek 2

Aspek 3

Hasil

poin ke poin

Alih-alih membahas kedua masalah ini secara terpisah, struktur ini membandingkannya secara berdampingan. Dalam struktur ini, setiap paragraf membahas satu poin utama dan informasi yang terkait dengan kedua topik tersebut.

Perkenalan

Aspek 1

Aspek 2

Aspek 3

Aspek 4

Hasil

Metode point-to-point kedua lebih cocok untuk membuat keputusan yang lebih baik daripada dua opsi ini. Ini lebih argumentatif dan disebut debat. Jika Anda menggunakan satu subjek untuk memahami yang lain, metode pertama lebih tepat.

4. Menulis pendahuluan

Pendahuluan harus memperkenalkan dua topik atau topik yang akan dibandingkan dan dikontraskan. Itu juga harus menyebutkan aspek atau area yang akan dicakup dalam artikel. Anda juga dapat menentukan apa yang akan Anda lakukan dalam esai – apakah Anda hanya menyajikan perbedaannya atau akankah Anda melihat kedua sisi?

Meskipun pengantar ada di awal artikel, tidak perlu menulisnya terlebih dahulu. Anda selalu dapat menulis pengantar setelah menyelesaikan seluruh esai.

5. Badan artikel

Karena Anda sudah menentukan struktur esai, ini tidak akan sulit. Jika Anda menggunakan struktur poin demi poin, Anda dapat membandingkan berbagai aspek dari dua topik secara terpisah. Jika Anda menggunakan topik per topik, Anda harus menjelaskan berbagai aspek dari satu topik dan kemudian beralih ke topik berikutnya.

6. Kesimpulan

Setelah Anda selesai menulis semua poin, Anda dapat memulai kesimpulan dari esai. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meringkas semua poin utama dalam esai. Kemudian evaluasi informasi tersebut dan sampai pada kesimpulan logis. Misalnya, jika Anda memperhatikan bahwa satu subjek memiliki lebih banyak fitur positif daripada yang lain, Anda dapat menyimpulkan bahwa subjek tersebut lebih baik. Namun, tidak semua artikel perbandingan dan kontras memiliki hasil yang sama. Alih-alih mengatakan bahwa satu hal lebih baik dari yang lain, penulis dapat menawarkan cara alternatif untuk melihat masalah ini.

Didedikasikan untuk gambar: PEXEL