PDI-P.COM

Pusat Data, Informasi dan Pengetahuan Terkini

Mei 21, 2024

Hai, teman-teman! Kalian pernah dengar istilah “epistemologi” dalam dunia penelitian? Nah, epistemologi sebenarnya adalah salah satu cabang filsafat yang membahas tentang bagaimana kita memperoleh pengetahuan, lho. Jadi, intinya epistemologi ini adalah cara kita memahami dan membenarkan pengetahuan yang kita miliki. Kalau kita bicara tentang penelitian, epistemologi ini penting banget, karena menjadi dasar untuk menentukan metode dan pendekatan yang kita gunakan dalam menghasilkan pengetahuan baru. Jadi, yuk kita eksplor lebih dalam tentang apa itu epistemologi dan bagaimana pengaruhnya dalam penelitian kita!

Epistemologi adalah istilah umum yang digunakan dalam bidang penelitian. Sebelum memulai proyek penelitian, penting untuk mengetahui apa itu epistemologi.

Artikel ini menjelaskan,

1. Apa itu epistemologi?
2. Apa saja jenis-jenis pengetahuan?
3. Apa itu epistemologi dalam penelitian?
4. Epistemologi dan paradigma penelitian yang berbeda

Apa itu epistemologi?

Epistemologi adalah cabang ilmu yang membahas tentang memperoleh pengetahuan. Sederhananya, ini tentang bagaimana kita memperoleh pengetahuan atau bagaimana kita mengetahui sesuatu. Ini secara khusus berkaitan dengan sifat, sumber dan keterbatasan pengetahuan. Oleh karena itu, dapat didefinisikan sebagai “bidang filsafat yang berkaitan dengan kemungkinan, sifat, sumber daya, dan batasan pengetahuan manusia” (Jups, 2006).

Ada berbagai cara atau sumber untuk memperoleh pengetahuan. Sumber-sumber yang berbeda ini pada dasarnya dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok berikut.

Pengetahuan intuitif: Berdasarkan intuisi, kepercayaan, keyakinan, dll., perasaan dan emosi memainkan peran yang lebih besar daripada fakta dalam jenis pengetahuan ini.

pengetahuan otoriter: Berdasarkan informasi yang diperoleh dari buku, studi penelitian, para ahli, dll. Validitas dan kekuatan pengetahuan ini bergantung pada kekuatan sumber-sumber tersebut.

pengetahuan logis: Pengetahuan baru dibuat menggunakan penalaran logis.

Pengetahuan pengalaman: Berdasarkan fakta objektif yang terbukti dan dapat dibuktikan.

Apa itu epistemologi dalam penelitian?

Ada berbagai sumber informasi di bidang penelitian. Sebuah studi penelitian dapat menggunakan kombinasi dari sumber-sumber ini. Sebagian besar studi penelitian menggunakan keempat jenis pengetahuan di atas.

Peneliti menggunakan pengetahuan intuitif saat mempresentasikan area penelitian awal, topik, dan masalah. Pengetahuan yang valid diperoleh selama tinjauan literatur. Peneliti mendapatkan pengetahuan logis dengan menganalisis temuan data primer, sedangkan kesimpulan penelitian dapat dianggap sebagai keuntungan penelitian empiris.

Perlu juga dicatat bahwa epistemologi dan perspektif teoretis dari suatu studi penelitian juga bergantung pada jenis model penelitian yang digunakan oleh peneliti. Dengan kata lain, pandangan peneliti tentang apa yang merupakan pengetahuan yang dapat diterima dapat berubah sesuai dengan paradigma penelitian yang berbeda. Di bawah ini adalah beberapa paradigma penelitian umum dan epistemologinya.

Paradigma penelitian

Keterangan

Epistemologi

positivisme

Untuk setiap fenomena atau situasi penelitian terdapat satu realitas objektif.

Realitas dapat diukur.

Fokus pada alat pengumpulan data yang valid dan objektif.

Kami konstruktif

Tidak ada realitas atau kebenaran tunggal. Itu subyektif

Realitas tergantung pada interpretasi.

Berfokuslah pada detail situasi, realitas di balik detail, dan makna subyektif

pragmatisme

Realitas terus-menerus dinegosiasikan, didiskusikan, dan ditafsirkan.

Interpretasi subjektif dan/atau fenomena objektif dapat memberikan pengetahuan.

Didedikasikan untuk gambar:

Jupp, V. (2006). Kamus Metode Penelitian Sosial SAGE : SAGE Publications Ltd doi: 10.4135/9780857020116